Penangkapan 3 Orang Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Gol.1 di Tabalong

Petugas gabungan satuan resnarkoba dan intelkam berhasil menangkap tiga orang laki-laki yang diduga pelaku penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Tabalong pada Kamis (21/11) malam.

Ketiga laki-laki berasal dari Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan inisal RM (48), warga Desa Kahakan, SG(39), Warga Desa Aluan Mati dan MRA(32), warga Desa Kahakan.

Penangkapan dipimpin Kasat Resnarkoba Iptu Zaenuri, SH di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Flamboyan Raya, Pembataan, Murung Pudak dan menyita barang bukti

3 buah Handphone berbagai merek, 2 unit sepeda motor berbagai merek, 1 buah plastik hitam yang digunakan untuk membungkus diduga narkotika jenis sabu-sabu, 2 lembar struk diduga hasil pembayaran narkotika jenis sabu-sabu dan 2 bungkus plastik berisi serbuk bening diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat masing-masing 49,97 gram dan 49,61 berat total sebanyak 99,58 gram.

Kapolres Tabalong AKBP M. Muchdori, S.Ik, CFrA menyampaikan penangkapan ketiga orang laki-laki yang diduga pelaku penyalahgunaan narkoba berawal dari Kamis siang (21/11) petugas yang menyamar sebagai pembeli dengan menghubungi Sdr. MRA(32) dan langsung bertemu, kemudian sepakat melakukan pembelian narkotika jenis sabu sebanyak 100 gram atau 1 ons seharga 125 juta kepada Sdr. MRA (32).

Selanjutnya Sdr. MRA(32) menghubungi rekannya dan kedua rekannya datang yaitu Sdr RM(48) dan SG (39) mendatangi Sdr. MRA(32) di TKP perumahan yang beralamat di Jalan Flamboyan Raya, Pembataan, Murung Pudak.

Berselang 10 menit dilakukan transaksi di dalam perumahan tersebut, ketika Sdr. RM(48) memperlihatkan dan mengeluarkan sesuatu dari lipatan celananya berupa bungkusan plastik warna hitam dan warna putih, maka petugas yang sudah bersiaga langsung melakukan penangkapan terhadapnya.

Dari hasil introgasi kepada ketiga orang tersebut dijelaskan bahwa narkotika golongan 1 itu benar milik Sdr. RM(48) yang akan dijual kepada petugas yang sedang menyamar melalui perantara Sdr. MRA(32) dan SGI (39).

Ketiga orang tersebut masih menjalani proses hukum lebih lanjut di Polres Tabalong.

Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras satuan resnarkoba Polres Tabalong sebagai tindak lanjut dari informasi masyarakat Kabupaten Tabalong yang mengharapkan ditangkapnya pemasok-pemasok narkotika di Kabupaten Tabalong yang selama ini meresahkan meskipun telah banyak yang diungkap sebelumnya. Dan kami selalu mengharapkan informasi masyarakat yang akurat guna menekan peredaran narkotika di Kabupaten Tabalong. Terima kasih untuk masyarakat Tabalong yang sudah peduli dan memotivasi tugas kami.

Ketiga orang tersebut akan dijerat pasal 132 ayat 1 jo pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang berbunyi :

Percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111, Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, Pasal 115, Pasal 116, Pasal 117, Pasal 118, Pasal 119, Pasal 120, Pasal 121, Pasal 122, Pasal 123, Pasal 124, Pasal 125, Pasal 126, dan Pasal 129, pelakunya dipidana dengan pidana penjara yang sama sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal-Pasal tersebut.

(1) Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

(2) Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga)

Related posts

Tinggalkan Balasan

*